(Melampaui Kurikulum) Pesantren dan Trilogi Pendidikan Kehidupan

Melampaui KurikulumOleh: Ahmad Dahlan Pesantren dan Trilogi Pendidikan Kehidupan Dalam dunia pendidikan formal, kita mengenal pembagian kegiatan belajar menjadi tiga bentuk: Pembagian ini menjadi kerangka kerja Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBC), yang menekankan pencapaian kompetensi akademik, sosial, dan personal. Tapi di pondok pesantren, pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Ia menembus dinding-dinding formalisme dan menjelma menjadi … Read more

KRITIK SAYA PADA KBC

KRITIK SAYA PADA KBC Kurikulum Berbasis Cinta, Belajar dari Pesantren Oleh: Ahmad Dahlan Belakangan ini pemerintah menggagas Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter. Gagasannya terdengar indah, pendidikan tidak hanya mengasah otak, tetapi juga membentuk hati yang penuh kasih. Namun, muncul pertanyaan besar: bagaimana cinta itu benar-benar hidup di sekolah? Jika kita bicara … Read more

Belajar dari Pertanyaan, Strategi Pembelajaran Santri di Era AI

Belajar dari Pertanyaan, Strategi Pembelajaran Santri di Era AI Oleh: Ahmad Dahlan Di tengah gempuran teknologi dan derasnya arus informasi, pola pembelajaran di pesantren juga perlu menyesuaikan diri tanpa kehilangan ruh pendidikannya. Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan di beberapa ruang kelas adalah pembelajaran berbasis pertanyaan sebuah metode sederhana namun sarat makna, yang justru mengakar … Read more

Buku Harian Santri Literasi Tanpa Teori yang Rumit

Buku Harian Santri Literasi Tanpa Teori yang Rumit Oleh: Ahmad Dahlan Literasi seringkali terdengar sebagai konsep yang berat. Ketika dibicarakan dalam forum pendidikan, ia bersanding dengan istilah-istilah seperti semiotika, dekonstruksi, atau teori membaca kritis. Tidak jarang, para pelajar dan guru pun merasa bahwa literasi adalah sesuatu yang rumit, akademis, dan sulit dijangkau dalam praktik harian. … Read more

“Guru yang Hadir Sebelum Kata-kata Pendidikan Lewat Penampilan”

“Guru yang Hadir Sebelum Kata-kata Pendidikan Lewat Penampilan” Oleh Ahmad Dahlan Ada satu pemandangan sederhana yang diam-diam menyusup ke dalam jiwa santri: seorang guru keluar kamar dengan pakaian rapi, mengenakan dasi, dan berjalan menuju kelas. Tidak ada kalimat motivasi yang diucapkan. Tidak ada petuah panjang yang disampaikan. Namun, dalam diamnya, ada satu pelajaran yang begitu … Read more

Potongan yang Menyatukan, Jiwa yang Ditempa

Potongan yang Menyatukan, Jiwa yang Ditempa Oleh: Ahmad Dahlan Potong rambut gaya tentara bukan sekedar model atau tren. Ia adalah isyarat. Ketika santri kelas enam dipotong rambutnya dengan gaya tentara, itu bukan sekadar perintah tata tertib, melainkan bagian dari mata rantai pendidikan yang telah disusun secara bertingkat dan mendalam. Potongan itu menyamakan rupa mereka di … Read more

“Jaros: Dentang Waktu, Irama Disiplin”

“Jaros: Dentang Waktu, Irama Disiplin” Oleh: Ahmad Dahlan Jaros.Sebuah tabung besi yang digantung di sudut pondok. Ia tak bersuara, sampai tangan-tangan disiplin menggerakkannya. Ia bukan sembarang bel. Di balik dentangnya, tersimpan irama hidup, denyut harian pondok, dan ruh dari keteraturan. Yang memukulnya bukan sembarang orang. Mereka adalah bagian dari keamanan organisasi santri petugas yang tanpa … Read more

Khutbatul Arsy Menyatukan Ruh, Mengarahkan Perjuangan

Khutbatul Arsy Menyatukan Ruh, Mengarahkan Perjuangan Oleh: Ahmad Dahlan Di pondok, tahun ajaran tidak dimulai dengan pesta atau seremonial megah. Ia dimulai dengan Khutbatul Arsy sebuah khutbah, bukan sembarang pidato. Di sinilah ruh pondok dibacakan, arah perjuangan ditunjukkan, dan para santri baik baru maupun lama disatukan dalam satu barisan niat dan cita-cita. Khutbah Arsy, Khutbah … Read more