"Pondok, Rumah Cita-Cita"

“Pondok, Rumah Cita-Cita”

Oleh: Ahmad Dahlan

Pondok bukan sekadar tempat tinggal.

Ia bukan pula sekadar institusi pendidikan.

Pondok adalah rumah cita-cita. Ia hidup dari ruh para pendirinya.

Ia berdiri karena harapan-harapan besar yang diperjuangkan dengan air mata, keringat, dan doa.

Jangan sampai, kita jumpai gejala sunyi: banyak yang mengajar, tapi tak tahu sedang memperjuangkan apa.

Banyak yang tinggal, namun tidak menyatu dengan ruh tempat tinggalnya. Ketika ditanya apa nilai yang diperjuangkan pondok, mereka terdiam.

Ini bukan sekadar kelemahan pribadi.

Ini adalah alarm bagi pondok: bahwa ruh perjuangan jangan sampai kabur. Bahwa pondok jangan kehilangan arah karena cita-cita pendirinya tak lagi menjadi pedoman.

Padahal cita-cita pondok tidak berdiri di awang-awang.

Ia telah diterjemahkan menjadi visi, misi, jiwa, motto, orientasi, dan falsafah pondok.

Inilah kompas perjuangan kita.

Inilah fondasi pondok yang harus dihidupkan, diingatkan, dan diwariskan.

Maka siapa pun yang berkecimpung di dalamnya — guru, santri, pengurus, relawan — tak cukup hanya hadir.

Ia harus menyatu.

Meleburkan semangat pribadinya ke dalam cita-cita pondok. Menjadikan loyalitas bukan pada gedung, tapi pada nilai.

Bukan pada rutinitas, tapi pada arah perjuangan.

Pondok yang kehilangan arah akan sibuk namun kosong.

Tapi pondok yang hidup dengan ruh cita-cita akan kokoh di tengah zaman yang berubah.Dan tugas kita, adalah menjaga ruh itu tetap menyala.