KULIAH UMUM DI PONDOK PESANTREN THOHA.
Biru Minimalis Selamat Hari Raya Idul Fitri Kiriman Instagram (1)

Selasa (17/6) pagi, Acara Kuliah Umum di Pondok Pesantren Thoha yang diikuti oleh seluruh guru, dan seluruh santri Pondok Pesantren Thoha Kuliah Umum dibagi menjadi dua babak, yang diadakan pada pagi hari, selasa – rabu 17-18 Juni 2025 (Mulai 07:00 – 11:15)

Pada Kuliah Umum Babak l, TGH. SAZALI Lc MA selaku Pimpinan Pondok Pesantren Thoha menjelaskan banyak hal tentang maksud dan tujuan diadakannya Khutbatu-l-‘Arsy. “Diadakannya Khutbatu-l-‘Arsy ini adalah supaya anak-anak tahu SEJARAH AWAL BERDIRINYA PONDOK PESANTREN THOHA ? apa itu THOHA?. Dan menjelaskan kembali panca jiwa Pondok : “kenapa panca jiwa harus ada di pondok? supaya semua kegiatan mampu dijiwai oleh setiap orang yang berada di pondok pesantren.

  1. Jiwa Keikhlasan tidak didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan – keuntungan tertentu semata – mata untuk ibadah.
  2. Jiwa Kesederhanaan, kehidupab dalam pondok diliputi suasana kesederhanaan tetapi agung, sederhana bukan fasik, segerhana bukan melarat atau miskin, sederhana bukan diam, kesederhanaan ini memiliki kekuatan dan ketabahan hati. Kesederhanaan mengandung kekuatan dan ketabahan jati penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup dengan segala kesulitan.
  3. Berdikari atau jiwa kesanggupan menolong diri sendiri.
  4. Ukhuwah Islamiyyah atau persaudaraan. Kehidupan di Pondok Pesantren diliputi persaudaraan atau ukhuwah islamiyyah didasari oleh empati (merasakan prasaan orang lain)
  5. Jiwa Bebas dalam berfikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depan nya. Manfaatnya, jiwa besar membuat optimis dalam menghadapi kehidupan, bebas dari pengaruh – pengaruh asing.” Ujar TGH. SAZALI LC MA dalam pidatonya.

Selasa (17/6) pagi, Acara Kuliah Umum di Pondok Pesantren Thoha yang diikuti oleh seluruh guru, dan seluruh santri Pondok Pesantren Thoha Kuliah Umum dibagi menjadi dua babak, yang diadakan pada pagi hari, selasa – rabu 17-18 Juni 2025 (Mulai 07:00 – 11:15)

Pada Kuliah Umum Babak ll sesi l, TGH. SAZALI Lc MA selaku Pimpinan Pondok Pesantren Thoha menjelaskan tentang :

  1. Pelajaran di Pondok Pesantren Thoha
  2. Perbedaan antara mts, smp, sma, ma, smk, stm, dll dengan muaddalah kmi adalah, jika kmi kurikulum nya 24 jam, tetapi jika mts dsb, hanya dinilai saat masuk sekolah atau di dalam kelas saja.
  3. SPM di bagi menjadi dua : assriyyah ( modern ) dan salafiyyah.
  4. Pondok Pesantren Thoha Setingkat Tidak Berarti Sama.
  5. Cara mengajar dan belajar. yang pertama, metode tarbiyah amaliyyah. yang kedua, menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris aktif. yang ketiga, ujian dengan cara easy. yang keempat, kitab-kitab atau buku yang ada di pondok tidak menjadi ukuran mutu.
  6. Untuk guru dan santri. Usaha supaya kata-kata dan susunan yang ada dalam buku itu menjadi milik si murid dan dapat di kuasainya.
  7. Jangan malas dan setengah- setengah. Pondok Pesantren Thoha tidak bisa membuat kalian meraih cita-cita jika kalian bermalas-malasan. Thoha bukan tukang sihir dan bukan tukang sulap.
  8. Apa yang di cari di Pondok Thoha? Yang pertama, belajar hidup. Yang kedua, mundarul kaum, Yang ketiga takut pada Allah.

Pada Kuliah Umum Babak ke-ll sesi ke-ll, TGH. LALU HERI AFRIZAL M.UD selaku Pimpinan Pondok Pesantren Thoha menjelaskan tentang :

Semboyan beliau menyampaikan surah al – qur’an yang berbunyi:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةً ۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

surah at – taubah ayat 122.

yang artinya: “Tidaklah sepatutnya bagi mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.” 

Inti dan poin yang kami dapatkan dari beliau ialah:

  1. Pembela agama itu orang yang siap sakit
  2. Orang yang berjuang itu tidak berarti dengan senjata, tetapi dengan bissinnin dan billisan.
  3. Agama kita itu perlu di jaga dari luar dan dari dalam.
  4. Masuk ke Pondok Pesantren itu tidak perlu menakutkan akan masa depan, impian dan cita-cita.
  5. Yesterday is history, Today is the give, temorrow is mystery.

Dan di tutup oleh MC dengan pengumuman acara Panggung Gembira yang akan diadakan pada tanggal 21 JUNI 2025.