
Jangan Malu Belajar dari yang Lebih Muda
Oleh: Ahmad Dahlan
“Kerendahan hati membuka pintu ilmu dari arah yang tidak kita sangka.”
Ilmu bukan soal umur, tapi soal siapa yang bersungguh-sungguh mencarinya. Banyak orang yang lebih muda justru memiliki pengalaman, pengetahuan, atau keterampilan yang bisa menjadi pelajaran bagi kita. Namun sering kali, rasa gengsi dan keangkuhan membuat kita menutup diri dari sumber ilmu yang datang dari mereka.
Padahal, orang yang benar-benar berilmu tidak pernah malu belajar dari siapa pun. Imam Syafi’i rahimahullah berkata:
“Setiap kali aku berdebat dengan seseorang, aku berharap kebenaran muncul dari lisannya.”
Ungkapan ini mengajarkan kerendahan hati, siap menerima ilmu meskipun dari orang yang lebih muda, bahkan dari lawan bicara.
Di pesantren, kadang seorang ustadz bisa belajar dari muridnya, tentang teknologi, tentang cara berpikir generasi baru, atau bahkan tentang keikhlasan. Begitu pula orang tua bisa belajar dari anak-anaknya tentang kesederhanaan dan ketulusan.
Jangan malu belajar dari yang lebih muda, karena ilmu adalah cahaya. Dan cahaya bisa memancar dari siapa saja yang Allah kehendaki. Semakin rendah hati kita dalam menuntut ilmu, semakin luas pintu hikmah yang akan terbuka.
Refleksi:
Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, dan setiap pengalaman adalah ilmu. Semakin kita menanggalkan gengsi, semakin mudah cahaya ilmu menembus hati kita.




