
Masa ujian di Pondok Pesantren Thoha selalu menghadirkan suasana yang khas dan penuh makna. Para santri tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga diuji dalam kesabaran, kedisiplinan, serta kesungguhan mereka dalam menuntut ilmu. Setiap momen ujian menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan arti perjuangan, keikhlasan, dan tawakal kepada Allah Ta’ala.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”
(QS. Al-Mujādilah: 11)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Ayat dan hadits ini menjadi penguat semangat para santri bahwa perjuangan mereka dalam belajar adalah jalan mulia yang mendatangkan keberkahan.
>Belajar Pagi
Suasana belajar pagi dimulai sejak dini hari. Pada pukul 03:40, para santri melaksanakan shalat tahajud, berdoa sejenak memohon kemudahan, lalu mulai membuka kitab dan catatan pelajaran. Hingga menjelang shalat dhuha pukul 06:45, para santri memanfaatkan waktu dengan mengulang hafalan dan memperdalam materi.
Setelah shalat dhuha dan doa bersama, santri sarapan sekitar 20 menit lalu kembali belajar sambil menunggu giliran ujian lisan. Dalam suasana ini, ustadz dan ustadzah selalu hadir mengawasi jalannya belajar, memberi motivasi, serta membimbing santri ketika ada pelajaran yang belum mereka pahami.
>Belajar Malam
Malam hari di pondok menjadi waktu penting untuk fokus. Setelah kegiatan harian selesai, suasana pondok yang hening membuat santri lebih mudah berkonsentrasi. Mereka mengulang hafalan, membaca kitab, atau menuliskan kembali catatan.
Agar belajar semakin terarah, ustadz dan ustadzah turut hadir di tengah santri, mengawasi proses belajar, serta menjelaskan materi yang masih membingungkan. Dengan adanya bimbingan langsung, semangat santri semakin kuat meski harus melawan rasa kantuk.
>Ketika Ujian
Hari ujian selalu penuh ketegangan. Santri duduk dengan rapi, ada yang terlihat tenang karena sudah siap, ada pula yang masih cemas menunggu giliran. Saat soal diberikan, mereka mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Sebelum memasuki ruang ujian, santri diwajibkan menjaga adab. Mereka mengucapkan salam terlebih dahulu kepada ustadz atau ustadzah yang akan menguji. Setelah itu, santri tidak diperkenankan langsung duduk, melainkan menunggu hingga dipersilakan oleh penguji. Hal ini menjadi bentuk penghormatan kepada guru dan menjaga keberkahan ilmu yang sedang diuji.
Di dalam ruang ujian, ustadz dan ustadzah hadir mengawasi jalannya ujian serta memberikan arahan yang menenangkan, sehingga santri bisa lebih percaya diri. Kehadiran para pengajar juga menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, serta adab yang luhur.
>Belajar Lewat dari Jam Biasanya
Menjelang ujian, para santri sering menambah waktu belajar hingga lewat dari jam biasanya. Ada yang tetap terjaga hingga larut malam, ada pula yang bangun lebih awal sebelum fajar.
Pada suasana ini, santri biasanya belajar sendiri tanpa pengawasan ustadz maupun ustadzah. Mereka berjuang secara mandiri agar pelajaran yang dipelajari dapat benar-benar dikuasai. Meski rasa lelah dan kantuk kerap menghadang, semangat untuk memperoleh hasil terbaik membuat mereka terus bertahan hingga waktu yang tidak biasa.

Suasana-suasana ujian di Pondok Pesantren Thoha tidak hanya menggambarkan keseriusan dalam belajar, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, serta ketekunan. Kehadiran ustadz dan ustadzah yang membimbing di waktu tertentu, serta kemandirian santri di waktu lainnya, menjadi perpaduan yang menumbuhkan semangat belajar sekaligus mendidik jiwa.
Dari shalat tahajud di sepertiga malam, adab ketika menghadapi ujian, hingga perjuangan belajar mandiri di malam hari, semuanya adalah perjalanan berharga dalam menuntut ilmu dan meraih keberkahan. Dengan bekal ilmu, adab, dan doa, para santri Pondok Pesantren Thoha berusaha menggapai ridha Allah ﷻ.




