
Bercita-citalah Setinggi Langit, Tapi Ingat Kakimu di Bumi
Oleh: Ahmad Dahlan
“Bercita-citalah setinggi langit, tapi jangan lupa kakimu menginjak bumi.” KH. Abdullah Syukri Zarkasyi
Cita-cita adalah sayap yang memberi arah dalam kehidupan. Tanpa cita-cita, manusia berjalan tanpa tujuan, seperti perahu yang hanyut tanpa kemudi. Namun, cita-cita yang terlalu tinggi tanpa pijakan yang nyata bisa menipu dan membuat seseorang kehilangan keseimbangan.
KH. Abdullah Syukri Zarkasyi selalu menekankan kepada santri-santrinya: mimpi boleh setinggi langit, tetapi kaki harus tetap menapak bumi. Pesan ini mengingatkan kita bahwa meraih cita-cita besar menuntut proses, kerja keras, dan kerendahan hati. Mimpi yang tinggi harus diimbangi dengan langkah nyata yang konsisten, sehingga cita-cita tidak sekadar angan-angan, tetapi menjadi kenyataan yang dapat diraih dengan usaha.
Dalam filosofi ini, langit melambangkan harapan dan impian, sedangkan bumi adalah realitas yang harus kita jalani setiap hari. Orang yang hanya menatap langit bisa terperangkap dalam khayalan, sementara mereka yang terlalu menunduk pada bumi berisiko kehilangan arah dan keberanian untuk maju. Keseimbangan antara keduanya lah yang membentuk pribadi yang kokoh: berani bermimpi tinggi, namun sabar dan tekun dalam setiap langkah kecil.
Oleh karena itu, jangan takut untuk bermimpi besar, sebab Allah Maha Luas dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Namun, jangan pula meremehkan langkah-langkah kecil hari ini. Dari langkah-langkah nyata itulah jalan menuju langit dibangun, satu pijakan demi satu pijakan, hingga cita-cita menjadi nyata.
Refleksi:
Apakah cita-citaku sudah seimbang antara tingginya harapan dan kerendahan hati dalam setiap langkah yang kuambil?





